Yang Tersisa dari Kebakaran Bukit Karmel; Israel Tak Siap Perang
Hamzah Ismael Abu Shanab “Tragedi dunia”. Inilah kalimat PM Israel Netenyahu menyebut kebarakan di bukit Karmel Haifa. Ia meminta dunia menyelamatkan “negaranya” dari tragedi yang menelan puluhan nyawa antara tewas dan luka-luka. “Negara” yang selama ini dengan penuh arogansi merasa paling kuat dari front dalam negerinya bahwa paling kuat mengadapi perang dari luar. Bahkan, terakhir Israel menggelar latihan perang pada November tahun ini dalam rangka mengantisipasi bila diserang dengan rudal biologi. Kebakaran yang disebut Israel sebagai “lebih besar” dari tragedi nasional sejak tahun 1948 karena “negara” itu tidak siap memadamkannya. Meski mengaku pernah menggelar latihan namun semuanya gagal. Padahal selama ini Israel selalu gembar-gembor siap dalam negeri mengadapi kemungkinan kondisi darurat apapun termasuk perang. Pertanyannya, apa yang hendak dilakukan Israel jika sebuah rudal biologi jatuh di salah satu wilayah ‘Israel’ atau diserang, sementara saat ini ia minta tolong dunia agar membantunya dalam satu kebakaran saja?? Kebaran bukit Karmel membuktikan tanpa ragu sedikitpun bahwa Israel tidak siap memasuki perang, dengan Suriah kah, Iran kah, Hizbullah kah, atau dengan Jalur Gaza. Agaknya, pembicaraan akan terus berlanjut mengenai kesiapan Israel khususnya setelah perang dengan Libanon ke-2 dan agresi Israel terakhir ke Jalur Gaza yang diputus dengan kebakaran di bukit Karmel yang memaksa Israel meminta bantuan kepada negara lain seperti Yunani, Cyprus padahal keduanya tidak memiliki kemampuan tinggi dalam mengatasi kebakaran. Pertanyaan sekarang tinggal diajukan kepada “poros moderat” dari negara Arab - terutama Mesir dan Jordania yang keduanya membantu negara Israel, sementara Gaza ditinggalkan hidup terkatung-katung setelah perang 2008, padahal Mesir tahu Gaza akan diserang Israel - apakah kalian serius mengadapi tragedi dan pesan di dalamnya sehingga kalian sadar betapa ringkihnya negara “kartun” ini? Tidakkah kalian berfikir – sebagaimana kalian minta Hamas dan perlawanan di dunia agar berfikir realistis menghadapi kekuatan Israel? kalian akan sadar bahwa kami akan bisa mewujudkan lebih dari yang kami lakukan sekarang?! Namun penulis meragukan negara-negara itu akan paham pesan di balik kebakaran bukit Haifa ini. Sebab, negara-negara itu tenggelam dalam ilusi Israel seperti yang dibuktikan oleh dokumen WikiLikes. Namun penulis berharap mereka akan terbuka kedoknya melalui sekutu mereka Amerika melalui dokumen yang akan disebarkan. Ternyata visi perlawanan politik jauh lebih dalam dan paham dalam membaca realitas daripada pemahaman kalian terhadap realitas. (bn-bsyr) |

22.55
Ibrahim Abdur Rozaq
, Posted in



0 Response to "Yang Tersisa dari Kebakaran Bukit Karmel; Israel Tak Siap Perang"
Posting Komentar