Abbas, Pemadam Kebakaran Anda Bukan Salahuddin Al-Ayyubi


Mahmoud Abbas kembali mengatakan sesuatu yang patut dipertanyakan. Dalam tragedi kebakaran hutan Carmel, diberitakan bahwa para petugas pemadam kebakaran dari Otoritas Palestina yang dipimpinnya mengirimkan bantuan dengan sigap. Abbas menyebut aksi itu seperti Salahuddin Al-Ayyubi. Bagaimana bisa?
"Adalah tugas kami untuk memberikan bantuan dalam rangka menyelamatkan kehidupan dan lingkungan," kata Abbas dalam upacara di Tepi Barat Sabtu kemarin untuk menghormati petugas pemadam kebakaran Otoritas Palestina yang membantu memadamkan api mematikan di wilayah Carmel. "Anda semuanya melakukan pekerjaan yang besar!" katanya bangga.
"Sejarah Palestina menunjukkan bahwa kami tidak pernah ragu-ragu untuk memenuhi tugas manusiawi kami dalam kasus seperti ini. Salahuddin Al-Ayyubi mengirimkan dokter pribadinya untuk mengobati musuhnya, Raja Richard dari Inggris, yang memimpin perang salib untuk menaklukkan tanah kami," kata Abbas.
"Tetangga kami menderita, dan itu adalah tugas kami untuk memberikan bantuan dalam rangka menyelamatkan kehidupan dan lingkungan," kata pemimpin Palestina. "Kami tidak akan ragu untuk menawarkan bantuan tersebut. Ke Israel atau negara lain."
Menurut Abbas, bantuan yang diberikan kepada Israel juga akan membantu meningkatkan citra Palestina di luar negeri.
Presiden Israel Shimon Peres dan Perdana Menterinya, Benjamin Netanyahu mengirimkan telegram kepada Abbas dan mengucapkan terima kasih kepada Otoritas Palestina karena telah membantu Israel menanggulangi kebakaran hutan yang merenggut nyawa 43 orang itu.

Tembakan Tank Israel Tewaskan Dua Warga Gaza


Dua warga Palestina tewas oleh mortir tank Israel yang ditembakkan ke Jalur Gaza, pada saat serangan tanpa henti terhadap penduduk sipil di wilayah ini terus berlanjut.
Laporan-laporan mengatakan dua orang tewas di dekat pagar perbatasan, sebelah timur kamp pengungsi al-Bureij, Sabtu malam ketika tank-tank Israel melakukan operasi daerah di Jalur Gaza tengah.
Sebelumnya, pasukan Israel menembak dan melukai tiga warga Palestina, salah satu dari mereka seorang remaja, di Jalur Gaza utara.
Warga Palestina dilaporkan mengumpulkan kerikil untuk digunakan dalam pekerjaan konstruksi ketika mereka mendapat serangan dari pasukan Israel.
Sembilan warga Palestina tewas dan 71 menderita luka-luka oleh tentara Israel pada saat mengumpulkan bahan konstruksi di dekat perbatasan Gaza pada tahun 2010.
Dalam blokade yang dijatuhkan oleh Israel selama lebih dari tiga tahun, warga Gaza dilarang mengimpor bahan bangunan yang mereka butuhkan untuk rekonstruksi rumah, kantor, dan infrastruktur yang hancur selama perang Israel terhadap Jalur Gaza.

Syaikh Raid Shalah Akhirnya Dibebaskan Zionis Israel


Pemimpin faksi Gerakan Islam Palestina, Syaikh Raid Shalah, telah dibebaskan dari penjara Israel, setelah menghabiskan lima bulan di balik jeruji besi.
Ratusan orang berkumpul di kota Umm al-Fahm di distrik Haifa untuk menyambut kebebasan Syaikh Shalah pada hari Ahad kemarin (12/12).
Syaikh Shalah tinggal di wilayah Israel pusat dan memimpin cabang utara Gerakan Islam Palestina yang memiliki ribuan pengikut. Dirinya terkenal karena sikap anti-Israelnya.
Syaikh Shalah dipenjara oleh tentara Israel pada bulan Juli 2010 atas tuduhan dugaan meludah kearag polisi Israel selama demontrasi di dekat Masjid Al-Aqsha di Timur al-Quds (Yerusalem).
Namun Syaikh Shalah membantah tuduhan tersebut.
Berbicara sebentar kepada para pendukungnya, Syaikh Shalah mengatakan pada hari Ahad kemarin bahwa ia adalah korban "penganiayaan politik" atas pembelaannya terhadap Masjid Al-Aqsha - situs Islam tersuci ketiga.
Dalam beberapa tahun terakhir, Israel telah terus-menerus berusaha untuk merobohkan Masjid Al-Aqsha melalui penggalian dan penggalian terowongan di bawah komplek masjid Al-Aqsha.
Hal ini telah mengakibatkan kecaman seluruh dunia dan lokal, dengan al-Quds berubah menjadi tempat beberapa tindakan kekerasan selama setahun terakhir.
Sementara itu al-Quds sendiri telah dijanjikan sebagai ibukota masa depan negara Palestina, namun Israel mengklaim sebagai ibukota negara mereka sendiri pada masa depan.
Sisi timur kota itu diduduki dan dicaplok oleh Tel Aviv secara terang-terangan melanggar hukum internasional selama Perang Enam Hari pada bulan Juni 1967.
Sejak saat itu, Israel telah melakukan pendudukan ilegal pada bagian kota dan telah berusaha keras untuk melakukan Yahudisasi Yerusalem.
Di antara upaya tersebut keputusan baru yahudisasi mereka adalah untuk membuka kembali sinagog Hurva yang jaraknya hanya beberapa ratus meter dari Masjid Al-Aqsha dan proyek ilegal untuk memperluas pemukiman Yahudi di wilayah Palestina yang diduduki.

Israel Buang Limbah Kimia Berbahaya ke Wilayah Tepi Barat


Pabrik Israel diam-diam telah melakukan pembuangan limbah industri yang berbahaya dari industri polusi di kota Tulkarm, Tepi Barat, gubernur kota tersebut mengatakan.
Langkah Israel itu terungkap pada November lalu ketika pasukan keamanan Otoritas Palestina (PA) menyita satu truk limbah kimia, yang berasal dari pabrik-pabrik Israel, yang akan dikosongkan di lapangan Khaduri University, Talal Dweikat mengatakan
Pejabat PA mengatakan bahwa warga Palestina dipekerjakan untuk pekerjaan 'kotor' tersebut, lapor kantor berita Ma'an pada hari Ahad kemarin (12/12).
Limbah itu telah diperiksa di laboratorium PA dan ditemukan bahwa limbah tersebut merupakan limbah yang berbahaya.
Pasukan PA ditempatkan dalam siaga tinggi untuk memeriksa setiap truk Israel, yang tiba di Tulkarm, untuk mencegah masuknya limbah bahan berbahaya.
Sementara itu, Presiden Universitas Daoud Az-Za'tery mengatakan universitas telah menyelenggarakan kursus kesadaran untuk mendidik para mahasiswa peduli pada bahan berbahaya.
Dia mencatat bahwa banyak keluhan telah diterima dari warga Tulkarm tentang limbah kimia yang dibuang di wilayah tersebut oleh pabrik-pabrik Israel.
Beberapa wilayah kota-kota Tepi Barat yang diduduki telah menjadi "tempat sampah" untuk limbah industri Israel - termasuk limbah beracun - sehingga menaikkan gejala kanker hingga 10 kali lipat, menurut dokter lokal Palestina.
Laporan lain mengatakan setidaknya ada tujuh zona industri Israel di Tepi Barat yang diduduki dan 200 pabrik diperkirakan berlokasi di sana.
Banyak dari pabrik-pabrik yang dibangun terutama pada puncak-puncak bukit, yang sering mengalirkan air limbahnya ke tanah Palestina sehingga merusak pohon-pohon jeruk, mencemari tanah serta mencemari air tanah.
Sebagai contoh, sebuah pabrik pestisida di Kfar Saba yang menghasilkan polutan berbahaya telah dipindahkan ke daerah dekat Tulkarm.
Pabrik industri Israel Gas Dixon, yang terletak di Netanya juga telah dipindahkan ke daerah Tulkarm. Limbah padat yang dihasilkan oleh pabrik dibakar di udara terbuka.

Syaikh Shalah: 5 Bulan di Penjara Israel Merupakan Hari Terbaik Dalam Hidup Saya


Syaikh Ra'id Shalah, ketua Gerakan Islam di tanah pendudukan 1948, menyatakan segera setelah dirinya dibebaskan dari penjara Ramle bahwa lima bulan yang ia habiskan di penjara Israel adalah hari terbaik dalam hidupnya dan menjadi momen surgawi saat dirinya bisa menghabiskan waktu dalam menyembah Allah.
Syaih Shalah berkata bahwa ia mampu menulis tiga buku pada saat berada dalam tahanan Israel dan ia meminta dunia untuk mempertimbangkan kebebasan para tahanan yang terdapat di dalam penjara-penjara Israel termasuk tahanan politik yang harus segera dibebaskan sesuai dengan hukum internasional.
Sedangkan untuk dakwaan lainnya yang akan dilontarkan terhadap dirinya, ia menyatakan tak peduli tentang setiap dakwaan yang ditujukan terhadap dirinya, menegaskan bahwa tekadnya untuk mempertahankan kota suci dan Masjid Al-Aqsha tidak akan rusak oleh tindakan Israel yang berani menangkap dan menahan dirinya.
Syaikh Shalah juga mencatat bahwa ia tetap tidak akan mengakui keputusan militer Israel yang melarang dirinya dari memasuki Masjid Al-Aqsha.

Tank Israel Kembali Lukai Warga Gaza


Sebagai langkah Israel dalam melakukan serangan terhadap warga Palestina, tembakan dari tank Israel telah kembali melukai dua pemuda Palestina di Jalur Gaza utara, kata sumber medis Palestina.
Serangan terjadi di barat laut Beit Lahiya pada hari Senin kemarin (13/12), kata jurubicara pelayanan kesehatan Adham Abu Selmiya kepada AFP.
Sebelumnya pada hari Sabtu lalu, dua warga Palestina tewas dalam tembak-menembak dengan tentara Israel di Gaza tengah. Seorang tentara Israel terluka dalam insiden tembak menembak tersebut.
Tentara Israel telah meningkatkan serangan mereka terhadap rakyat Gaza yang diblokade selama seminggu terakhir.
Israel memberlakukan blokade melumpuhkan terhadap Gaza pada tahun 2007, menempatkan warga Gaza ke dalam situasi ekonomi yang sulit dan dapat mempengaruhi kondisi hidup mereka di wilayah pesisir.
Tel Aviv juga melarang impor bahan bangunan yang diperlukan warga Palestina untuk membangun kembali rumah, kantor, dan infrastruktur yang hancur selama serangan Israel terhadap Jalur Gaza.

Netanyahu: Membagi Yerusalem Dengan Rakyat Palestina Bukan Kebijakan Israel



Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu pada hari Minggu kemarin menolak untuk membagi kota Yerusalem dengan Palestina.
Netanyahu tampaknya sengaja berseberangan dengan Menteri Pertahanan-nya sendiri Ehud Barak yang menyatakan untuk membagi Yerusalem antara Yahudi dan rakyat Palestina.
Netanyahu mengatakan bahwa hal itu tidak mencerminkan kebijakan pemerintahnya.
Netanyahu menjelaskan bahwa pidato Ehud Barak sehubungan ide membagi dua Yerusalem pada akhir pekan adalah statemen Barak sebagai ketua Partai Buruh dan bukan sebagai wakil pemerintah, demikian Radio Israel melaporkan.
Yerusalem selama ini sudah menjadi sengketa besra. Yahudi membangun permukimannyanya di sini dan bermaksud menjadikannya sebagai ibukota Israel. (sa/degganchronicle)

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme